Wisata Persawahan Desa Bayan

Keindahan sawah di kaki gunung Rinjani menambah kesan bahwa alam selalu ada berbagi untuk manusia. Penataan punduk sawah yang terbentuk 50% secara alami diluar aktifitas buatan manusia tentu menjadikannya Nampak semakin memukau untuk dipandang. Berdiri dan melepas segala penat ditengah tengah keindahan itu menjadi tujuan utama pada kegiatan explorasi ini. Setelah itu baru ikut serta dalam keseruan para petani lokal dalam pengolahan sawah hingga proses panen tiba.

Selain itu Peradaban masyarakat di sekitar kaki gunung Rinjani tentu menjadi hal yang sangat penting untuk anda jelajahi. Salah satunya kehidupan bertani dengan pengelolaan yang sangat ekonomis dan tidak terpengaruh lebih banyak menggunakan technology. Namun pengolahan sawah yang masih secara tradisional bahkan meliki ritual-ritual khusus untuk dengan harapan mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Atraksi I:
MORO DI LOKOK SABANG
Moro Merupakan Salah satu aktifitas pengusiran terhadap burung burung yang memakan padi. Hal ini dilakukan dengan sangat tradisional dan klasik. yankni cukup dengan mendirikan beberapa orang orangan sawah serta menguntaikan beberapa tali yang mana terdapat satu rumah sawah (pondok Bangket) sebagai pusat penggerak semua tali sehingga menyebabkan burung ketakutan. Dan anda dapat mencoba keseruan ini bersama petani lokal yang sedang melakukan kegiatan ini. Akan tetapi hal ini dapat anda ikuti seiring dengan waktu berbuah padi, sebelum padi mulai tua dan siap panen.

Atraksi II:
BERIUK PADA MELONG
Melong adalah sebuah istilah dalam Bahasa Bayan yang artinya Menanam Padi. Tentu hal ini Berbeda dengan ditempat anda. Dan biasanya proses penanaman padi ini diikuti oleh banyak orang bahkan 20-30 orang. Hal ini memberi gambaran akan masih kentalnya budaya saling menolong antar sesama dalam kehidupan sehari-hari disegala bidang. Termasuk bercocok tanam. Orang bayan mewarisi leluhur dengan semboyan Alang Tulung yang berarti TOLONG- MENOLONG ANTAR SESAMA.

Atraksi III:
ROAH BANGKET
Kegiatan yang satu ini dapat memberi anda inspirasi tentang pentingnya acara tasyakuran. Yang mana ritual tasyakuran dilakukan secara tradisional yakni dengan menggunakan wejanan tradisional pada prosesnya juga beberapa kue tradisional pada santapannya.

Istilah “ROAH” berarti ritual adat atau sebuah ceremonial. Bisa dilakukan untuk mengenang arwah leluhur dan dapat juga dilakukan saat menyelenggarakan sebuah tasyakuran. Adapun ROAH BANGKET dapat dilakukan setelah musim panen usai atau saat memulai penggarapan/pembukaan sawah baru untuk mulai digarap. Dan makanan-minuman tradisional tersajikan dengan baik pada acara ini berupa makanan yang terbuat dari ketandan santan kelapa dan dibakar didalam bambu. Biasanya makanan ini disebut “Penimbung”. Dan minuman khas Lokal Berupa Tuak aren dan Jamu ketan juga dapat dinikmati oleh siapapun yang ikut serta dalam acara ini.

Tidak Hanya Itu ,akan tetapi masih banyak Hal menarik yang anda dapat nikmati pada kegiatan explorasi budaya yang merupakan bagian dari paket tour sekitar yang kami sediakan untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *